Tuesday, 22 February 2011

Salah satu Tujuan Nikah

Sebagian orang selaku suami atau isteri tidak pernah punya waktu yang memadai untuk mengoreksi dirinya. Sebagian orang, baik suami atau isteri terlalu sibuk dengan urusan kantor, urusan pasar, urusan di luar dari dirinya. Akibatnya, dia kehilangan cinta dan kasih sayang sebagai fondasi yang kokoh. Karena orang tidak bersungguh-sungguh menjadikan keluarga sebagai basis yang penting untuk suatu ketentraman, cinta dan kasih saying.

Sebagian orang, baik suami atau isteri hanya mengurus keluarga dengan sisa waktu, sisa pikiran, sisa tenaga, sisa perhatian, sisa perasaan, akibatnya seperti bom waktu. Walaupun uang banyak tetapi miskin hatinya. Walaupun kedudukannya tinggi tapi rendah keadaan keluarganya.

Oleh karena itulah, jika kita ingin sukses membangun sebuah keluarga yang indah, sakinah, mawaddah, warohmah, bahagia dan sejahtera mutlak bagi kita untuk sangat serius membangun keluarga sebagai basis. Kita harus jadikan keluarga kita menjadi basis ketentraman jiwa. Bapak pulang kantor begitu lelahnya harus rindu rumahnya menjadi sumber ketenangan. Anak pulang dari sekolah harus merindukan suasana aman di rumah. Isteri demikian juga. Jadikan rumah kita menjadi basis ketentraman, ketenangan, kenyamanan, kasih, sayang sehingga bapak, ibu dan anak sama-sama senang dan betah tinggal di rumah.

Agar rumah kita menjadi sumber ketenangan, maka perlu diupayakan:
1. Jadikan rumah kita sebagai rumah yang selalu dekat dengan Allohu Subhanahu Wa Ta’alaa, dimana di dalamnya penuh dengan aktivitas ibadah; sholat fardhu, sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, pengajian Al-Qur’an dan Al-Hadits, dan terus menerus kita gunakan untuk memuliakan agama Alloh Ta'alaa, dengan kekuatan Islam, iman, taqwa dan amal sholih. Maka, ingsyaa Alloh rumah kita tersebut dijamin akan menjadi sumber ketenangan.

2. Seisi rumah kita; Bapak, Ibu, dan anak harus punya kesepakatan untuk mengelola perilakunya, sehingga bisa menahan diri agar anggota keluarga lainnya merasa aman dan tidak terancam tinggal di dalam rumah itu, harus ada kesepakatan di antara anggota keluarga bagaimana caranya agar rumah kita itu tidak sampai menjadi seperti sebuah neraka, melainkan seperti hidup di dalam surga; tidak ada marah, benci, dengki, dendam, jahil, durhaka, berburuk sangka, dll.

3. Rumah kita harus menjadi “rumah ilmu” Bapak, ibu dan anak setelah keluar rumah, lalu pulang membawa ilmu dan pengalaman baru dari luar, masuk kerumah berdiskusi dalam forum keluarga; saling bertukar pengalaman, saling memberi ilmu, saling melengkapi sehingga menjadi sinergi ilmu. Ketika keluar lagi dari rumah terjadi peningkatan keilmuan, wawasan dan cara berpikir akibat masukan yang dikumpulkan dari luar oleh semua anggota keluarga, di dalam rumah diolah, ketika keluar rumah lagi menjadi semakin lengkap.

4. Rumah kita harus menjadi “rumah pembersih diri”. Karena, tidak ada orang yang paling aman mengoreksi diri kita tanpa resiko kecuali anggota keluarga kita sendiri. Kalau kita dikoreksi orang lain di luar rumah kita, maka resikonya adalah boleh jadi malah dipermalukan, aib disebarkan. Tapi kalau dikoreksi oleh isteri, anak dan suami, mereka ini masih ada bertalian darah, mereka akan menjadi pakaian satu sama lain, artinya akan saling menutupi aib. Oleh karena itu, kalau kita ingin terus menjadi orang yang berkualitas, maka rumah kita harus kita sepakati menjadi rumah yang saling membersihkan seluruh anggota keluarga dari kealpaan dan kekhilapan. Keluar banyak kesalahan dan kekurangan, masuk kerumah saling mengoreksi satu sama lain, sehingga keluar dari rumah, kita bisa mengetahui kekurangan kita tanpa harus terluka dan tercoreng oleh orang lain, karena keluarga sendiri yang telah mengoreksinya.

5. Rumah kita harus menjadi sentra kaderisasi, sehingga kita sebagai Bapak-ibu mencari nafkah, ilmu, pengalaman, wawasan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita, sehingga kualitas anak atau orang lain yang berada di rumah kita, baik anak kandung, anak pungut atau orang yang membantu kita di rumah, siapa saja akan meningkatkan kualitasnya. Ketika kita mati, maka kita telah melahirkan generasi penerus yang lebih baik, yaitu generasi yang ‘Alim (berilmu tinggi), berakhlaqul karimah (mempunyai budi pekerti yang luhur/mulia), dan mandiri (tidak menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada orang lain. Tenaga, waktu dan pikiran kita, kita pompa untuk melahirkan generasi-generasi yang lebih bermutu tinggi, kelak lahirlah kader-kader pemimpin yang lebih baik; rofiq, muhsin, aris dan adil.

Inilah sebuah rumah tangga yang tanggung jawabnya tidak hanya pada rumah tangganya tapi juga pada generasi penerusnya serta bagi lingkungannya. Walhasil, masing-masing anggota keluarganya menjadi individu yang baik, anggota keluarga yang baik, anggota masyarakat yang baik, menjadi warga negara yang baik, serta menjadi hamba Alloh yang baik. Ini patut kita tiru dan kita syukuri dengan mengucapkan lafadhz “Al-hamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin”

Wanita

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”
Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis
Kami tau, kalian adalah makhluk  yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla.bla.bla”)
Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.
Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.
Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini.
Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini

Mukjizat Cinta Seorang Istri

Apa yang paling diharapkan seorang laki- laki? wanita cantikkah? wanita kayakah? wanita dari keturunan terhormatkah? atau wanita pelembut hati mereka?

Sehebat hebatnya para laki-laki mereka membutuhkan wanita yang akan bisa lebih menghebatkan mereka. Sekuat kuatnya para laki laki, mereka membutuhkan wanita yang bisa lebih menguatkan pertahanan diri mereka. Sesangar sangarnya para laki laki, mereka membutuhkan wanita untuk menaklukan kebekuan diri dan hati mereka, dan setangguh tangguhnya para laki laki- laki, mereka membutuhkan wanita yang lebih tangguh untuk menegakkan hati mereka saat terpuruk.

Dan bahasa iman mereka menuntun jiwa dan hatinya dalam sebuah ikatan yang halal dimata Allah. Ikatan yang suci bersama seorang wanita yang bernama istri.

Karena istrilah kebahagiaan seorang suami terasa lebih lengkap. Dan sebaliknya, kehilangan sosok bahkan peran istri dalam rumah mereka yang megah sekalipun, akan menyebabkan kehampaan bagi hidup dan hati mereka. Bukan selalunya harta, kecantikan, kedudukan dan keturunan yang dimiliki seorang istri yang menjadi pendamai dalam rumah suami, namun cinta yang tulus demi pengabdian kepada Allah yang justru mengabadikan kehangatan didalamnya.

Tangan kokoh laki laki akan terasa lemah saat mereka melangkah sendiri tanpa seorang makhluk "lemah" yang menguatkan mereka, itulah keajaiban wanita. yang justru dalam "kelemahan" itu terkandung kekuatan untuk menguatkan suami yang didasari oleh cinta yang tulus sebagai perwujudan pengabdian kepada Allah.

Kekerasan hati laki- laki seketika akan lumer menyaksikan ketelatenan seorang wanita yang kadang bertindak atas dasar perasaan mereka yang penuh kasih sayang.

Dan kemandirian laki laki akan terasa kosong, setelah menyadari kealpaan seorang wanita yang dapat menjadi partner berbagi mereka.

Kesungguhan cinta seorang istri, bahkan bisa membuat seorang suami tak hanya berfokus terhadap tujuan hidupnya, tetapi juga bersemangat mencapai tujuan tersebut. Cinta seorang istri, menempatkan mereka pada posisi penasihat yang terpercaya, sekaligus penyemangat nomor satu dalam hidup suami. Saat seorang suami merasa memiliki istri yang amat mencintainya, ia akan berusaha dengan segenap upaya untuk bisa membuat pasangannya tersebut bangga, dan hal ini akan menjadi motivator terbesar dalam hidupnya.

Cinta adalah selalu tentang keindahan, apalagi jika terwujud sebagai cerminan dari iman dan pengabdian kepada Allah. Dan cinta istri memiliki keindahan yang tidak dapat terbayar oleh apapun bagi para suami. namun satu pertanyaan PR untuk para suami, sudahkah dan akankah mereka menghargai keajaiban cinta itu

Wanita Solehah

Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Rosulullah saw bersabda: "Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah." (HR. Muslim)

Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya.

Pada prinsipnya wanita solehah adalah wanita yang taat pada Allah, taat pada Rasul. Kecantikannya tidak menjadikan fitnah pada orang lain. Kalau wanita muda dari awal menjaga dirinya, selain dirinya akan terjaga, juga kehormatan dan kemuliaan akan terjaga pula, dan dirinya akan lebih dicintai Allah karena orang yang muda yang taat lebih dicintai Allah daripada orang tua yang taat. Dan, Insyaallah nanti oleh Allah akan diberi pendamping yang baik.

Agar wanita solehah selalu konsisten yaitu dengan istiqomah menimba ilmu dari alam dan lingkungan di sekitarnya dan mengamalkan ilmu yang ada. Wanita yang solehah juga dapat berbakti terhadap suami dan bangsanya dan wanita yang solehah selalu belajar. Tiada hari tanpa belajar.

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman:

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

Saturday, 19 February 2011

Renungan Liburan Pengisi hati

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ اَذْهَبَ عَنَّاالْحَذَنْ اِنَّ رَبَّنَالَغَفُوْرٌ الشَكُوْرُ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَمَّابَعْدُ

Pertama saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan beberapa kenikmatan Kepada kita semua. Baik berupa kesehatan, kelonggaran kekayaan dan juga pol-polnya nikmat sebagai rajanya nikmat kita masih diberikan hidayah Qur'an Hadits Jama'ah ini. Kita diberikan hidayah Qur'an Hadist yang berbentuk Jama'ah merupakan suatu kenikmatan yang tak tertandingi, sebab tidak semua orang diberi oleh Allah, seperti dalam hadits Nabi :

اِنَّ اللهَ يُعْطِى الدُّنْيَا مَنْ يُّحِبُّ وَمَنْ لاَيُحِبُّ وَلاَ يُعْطِى الدِّيْنَ اِلاَّ مَنْ اَحَبَّ فَمَنْ اَعْطَاهُ اللهُ الدِّيْنَ فَقَدْ اَحَبَّهُ* رواه احمد

Sesungguhnya keduniaan diberikan oleh Allah kepada orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintainya, dan agama hanya diberikan kepada orang yang dicintainya saja, maka barang siapa yang diberi agama oleh Allah sama halnya dicintainya (HR. Ahmad)
Jadi kita harus benar-benar bersyukur kepada Allah dijadikan orang iman, dijadikan calon ahli surga, diselamatkan dari jurang neraka, sebagaimana dalam firman Allah salam QS. Ali Imron ayat 103

...وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ سورة ال عمران 103

….dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, dengan hidayahnya Allah menyelamatkan kalian dari api neraka. Seperti itulah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya pada kalian, agar kalian mendapat petunjuk (QS. Ali imron 103)

Maka, dari itu semua pemberian dari Allah harus kita syukuri secara ucapan dan perbuatan. Adapun ucapan kita syukuri Alhamdulillahi robbil 'aalamin, dan perbuatan kita juga harus benar-benar mencerminkan sikap orang jama'ah, sikap orang yang beriman sesuai dengan tuntunan Allah dan Rosul dan meningkatkan amalan-amalan yang bagus.

Dan yang keduakalinya saya bersyukur pada para perantara agama yang telah mem-perjuangkan agama yang hak ini, mulai dari nabi kita Muhammad SAW yang dibantu para sahabat, kemudian diteruskan para mubaligh dan mubaligotnya.

Terutama mubaligh besar kita Bapak KH. Nurhasan Al Ubaidah Lubis yang telah membawa Qur'an Hadits Jama'ah ini dari Mekah Madinah sampai ke Negara Indonesia yang mana sekarang ini diteruskan oleh putranya yaitu Bapak H.M. Abdul Azis Sultan Aulia yang menjadi pengatur kita sekarang. Semua itu harus kita syukuri, sebab belum dikatakan syukur pada Allah sebelum bersyukur pada manusia, sebagaimana sabda Nabi :

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسِ لَمْ يَشْكُرِ اللهَ *رواه احمد
Barang siapa yang belum bersyukur kepada manusia sama halnya belum bersyukur kepada Allah (HR. Ahmad)
Maka dari itu kita harus bersyukur kepada beliau-beliau sebab perjuangan mereka tidak enak-nakan seperti sekarang, dulu mereka berkorban harta benda, keluarga bahkan nyawanya untuk menegakkan agama yang benar ini, dan atas jasa para perantara Agama saya syukuri dengan ucapan

اَلْحَمْدُ للهِ جَزَاهُمُ اللهُ خَيْرًا

Selanjutnya saya bersyukur pada sudara jama'ah dimana saja berada baik itu didalam negri maupun diluar negri yang sempat membaca nasehat ini saya syukuri dengan ucapan Alhamdulillah jazaahumullahu khairan, adapun yang tidak sempat membaca nasehat ini saya doakan semoga bisa tetap menetapi Qur'an Hadits Jama'ah dan diampuni oleh Allah. Dan saya ingatkan supaya kita benar-benar niat sak dermo karena Allah mengharapkan surganya Allah dan takut siksanya Allah.

يَرْجُوْنَ رَحْمَتَهُ وَيْحَوْفُوْنَ عَذَابَهُ

Sebab Allah tidak akan menerima amalan yang tidak murni muclis karena Allah
اِنَّ اللهَ لاَيَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ اِلاَّ مَاكَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجَهُهُ

Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amalan kecuali dengan dasar murni dan mencari wajah Allah (karena Allah)

Maka dari itu supaya hatinya benar-benar di totoh jangan sampai salah niat, berubah niat atau bahkan tanpa niat.
Adapun nasehat dan ajakan saya disini sak dermo menyambung nasehat ajakan Bapak Pengatur kita satu-satunya jama'ah selalu tetap menetapi, memerlukan, dan mempersungguh Qur'an Hadits Jama'ah karena Allah sampai pol ajal matinya masing-masing.

Adapun yang dimaksud satu-satunya Jama'ah semua warga jama'ah itu wajib menetapi jama'ah jangan sampai ada yang terlewatkan. Misalnya dalam keluarga ada lima orang jama'ah semua itu wajib menetapinya, jika tidak dapat bersama ya supaya bisa bergantian/giliran yang penting ke lima-limanya itu harus bisa menetapi.

Dan Tetap itu artinya tidak berubah, tidak pindah tidak gingsir, walaupun banyak cobaan baik masalah agama maupun masalah dunia. Contoh masalah dunia digegeri, dimusuhi, difitnah dan dijatuhkan dan sebagainya. Semua itu hanyalah cobaan dari Allah untuk menguji keimanan kita. Untuk itu kita harus selalu sabar dan tetap menetapi jama'ah jangan sampai terpengaruh.

Adapun menetapi maksudnya mengerjakan/menjalankan secara terus menerus peraturan Allah, Rasul, dan Imam yang tidk maksiat. Mengarjakan kewajiban dan dapukan masing-masing, tertib dalam ibadah dan menjauhi larangan-larangan Allah serta mengerjakan perturan Allah dan Rasul.
Yang dimaksud memerlukan yaitu mengerjakan sampai berhasil/sampai mati kalau tidak masuk ya dimasuk-masukkan yang penting bisa berhasil dan terlaksana.

Sedang mempersungguh adalah lahir batin didalam jama'ah, lahirnya selalu bergaul dengan orang jama'ah berhubungan dengan orang jama'ah sehingga disaksikan lahirnya selalu dalam jama'ah, adapun batinnya selalu mendekatkan pada Allah "taqarrub ilallah selalu berdoa kepada Allah supaya ditetapkan keimanannya dan bisa menetapi sampai ajal datang. Adapun hasilnya barang siapa yang bisa menetapi Qur'an Hadits Jama'ah sampai mati wajib masuk surga

....وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ..... الاية سوراة النسا13
Dan barang siapa taat Allah dan utusannya maka Allah akan memasukkan kedalam surga
وَمَن يَعْصِ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَاراً..... الاية سوراة النسا14

Dan barang siapa yang menentang Allah dan Rasulnya serta melanggar peraturan-peraturan, maka Allah akan memasukkan kedalam neraka
Dan untuk menetapi Qur'an Hadist Jama'ah itu Bapak pengatur kita telah membuat peraturan Lima Bab dan itu tidak ngawur melainkan ada dasarnya dan pedomannya yaitu dasar Qur'an dan Hadits Nabi. Adapun perincian Lima Bab itu adalah ngaji, ngamal, mbela, sambung dan toat.

1. NGAJI
Ngaji/mencari ilmu wajib bagi kita semua orang mulai dari kecil sampai mati
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ *رواه مسلم
Mencari ilmu itu wajib bagi tiap-tiap islam (HR. Muslim)
Adapun hasil ngaji itu banyak sekali antara lain :
Menambah pengetahuan
Menghilangkan kebodohan
Mengesahkan amalan dan masih banyak lagi manfaatnya.

Dan ilmu yang wajib dicari hanya ada 3, adapun selain itu hanya keutamaan. Tiga ilmu itu adalah 1 Al-Qur'an, 2 Al-Hadits dan ke 3 ilmu pembagi waris yang adil. Dan ilmu pembagi waris boleh dicari boleh juga tidak, kalau tidak pun tidak berdosa

اَلْعِمُ ثَلاَثَةٌ وَمَاسِوَى ذَلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ : اَيَةٌ مُحْكَمَةٌ اَوْسُنَّةٌ قَآئِمَةٌ اَوْفَرِيْضَةٌ عَادِلَةٌ رواه ابوداواد
Ilmu ada tiga selain itu lebihan yaitu : ayat yang menghukumi, Sunnah yang tegak, ilmu pembagi waris yang adil.

Ilmu itu ada tiga selain itu hanyalah keutamaan, dan yang tiga itu adalah ayat untuk menghukumi berupa Al-Qur'an, Sunnah yang tegak yaitu Al-Hadits dan juga pembagian harta waris yang adil. Al-Qur'an itu merupakan kalamnya Allah yang berisi perintah, larangan dan cerita. Perintah wajib kita laksanakan, larangan wajib kita jauhi, dan cerita wajib kita percayai. Sedangkan Hadits itu ucapan nabi, tingkah laku nabi, ikrar nabi dan juga cita-cita nabi. Dan barang siapa yang mau menetapinya maka dia akan masuk surga seperti dalam sabdanya nabi
مَنْ اَحْيَا سُنَّتِى فَقَدْ حَبَّانـِى وَمَنْ حَبَّانـِى مَعِيَ فِـى الْجَنَّةٍ

Barang siapa yang menghidupkan sunnahku maka dia sungguh senang padaku dan barang siapa yang senang berarti dia bersamaku masuk ke surga
Adapun ilmu faroid itu telah tercantum didalam Al-Qur'an dan Al-Hadits. Dan jangan sampai kita tidak mau ngaji, sebagaimana sabda nabi

Jadilah kamu orang yang alim (mubaligh/mubalighot)
Kalau tidak bisa jadilah orang yang belajar(jama'ah biasa)
Dan kalo tidak bisa, jadilah orang yang mendengarkan (bukan mubaligh/mubalighot)dan tidak bisa membaca/menulis maka jadilah mustamik)
Atau jika tidak mampu jadilah orang yang senang pada pengajian.
Dan jangan jadi orang yang kelima yaitu orang yang rugi tidak bisa mengerjakannya.

2. NGAMAL
Setelah kita mengaji dan mengetahui ilmunya ya wajib untuk kita amalkan terus-menerus sampai tutup pol ajal kita masing-masing, sebab amalan yang hisap itu adalah amalan terakhir kita.
وَعْبُدْ رَبُّكَ حِتَّى يَاْئتِيَكَ الْيِقِيْنَ

Sembalah Tuhanmu sampai datangnya mati
Jangan sampai amalan kita putus ditengah jalan. Misalnya lalu setelah dewasa/berumah tangga karena tidak kuat menghadapi cobaan kita keluar dari jama'ah, itu jangan sampai. Dan supaya kita benar-benar bisa mengamalkan apa yang kita kaji sebab sesungguhnya surga itu untuk orang yang mau beramal.
وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِى اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَاكُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Demikian itu surga diwariskan kepadamu sebab perbuatanmu/pengamalanmu
Dan jangan sampai kita mengamalkan sesuatu yang tidak ada ilmunya karena itu tidak akan diterima oleh Allah, seperti firman Allah surat bani israil ayat 36
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

Dan janganlah kamu mengerjakan amalan yang tidak kamu ketahui ilmunya . Sesungguh-nya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan ditanya.
Dalam pengamalan kita harus mempunyai pedoman, penertiban, peningkatan dan penggemblengan.

a. Penertiban yaitu amal ibadah kita haruslah lebih tertib dari sebelumnya, ditertibkan ngajinya, ditertibkan sholatnya, juga ditertibkan ibadah-ibadah sunnahnya dan lain-lain

b. Peningkatan yaitu semakin lama dalam jama'ah kita harus lebih meningkatkan kefahaman kita, lebih meningkatkan amalan-amalannya yang akan memasukkan kita kedalam surge.

c. Penggemblengan yaitu sebagai orang jama'ah kita digembleng untuk jadi orang yang baik, bisa hidup apa adanya, bisa nrimo ing pandom menerima segala pemberian dari Allah tidak mengerutu dan tidak terlalu ngoyo yang penting bisa ibadah jangan hanya ingin hidup mewah dan berfoya-foya. Ingatlah bahwa dunia ini hanya sementara dan yang kekal adalah diakhirat surga dan neraka itu. Dan dalam mencari surga itu ya memang berat seperti dipenjara

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَفِرِ
Dunia itu penjaranya orang iman, dan surganya orang kafir

Maka dari itu jangan sampai terpengaruh dengan dunia

3. MEMBELA
Dalam menetapi Qur'an Hadits Jama'ah ini juga perlu pembelaan sebab agama ini merupakan benda mati, tidak bisa bergerak kalau tidak dibelani ya tidak akan bisa berkembang.
اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَثِقَلاً وَجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَمْفُشِكُمْ فِـى شَبِيْلِ اللهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Berangkatlah kamu dengan keadaan ringan dan berat, dan belalah agama Allah dengan harta dan dirimu, seperti itu baik bagimu jika kamu tahu.
Dalam pembelaan kita harus punya perinsip Sabar, Benar dan Berani.
Benar yaitu agama yang kita bawa dan kita perjuangkan itu harus agama yang benar.

Berani/Kendel yaitu dalam memperjuangkan agama haruslah jadi orang yang pemberani, karena jika agama dipegang oleh orang yang lacut dan curang maka agama ini tidak akan bisa berjalan dan berkembang.
Sabar/Tabah yaitu untuk memperjuangkan Qur'an Hadits Jama'ah ini perlu kesabaran dan ketabahan sebab jika tidak sabar ya mana mungkin akan bisa berkembang seperti sekarang ini Contohnya Bapak H. Nurhasan dulu jika tidak sabar menghadapi cobaan dan rintangan manamungkin kita dapat menemukan agama yang benar ini.

Dana / Modal yaitu perjuangan kita ini juga perlu dana/modal. Contohnya Bapak H.Nurhasan rela menyerahkan hartanya untuk perjuangan Qur'an Hadits Jama'ah.
Dan bila kita mati semua amalan itu akan putuskecuali ada tiga perkara yaitu:

1.Shodqoh Jariah yaitu amalan ini akan tetap mengalir walaupun kita sudah mati. Contohnya kita membangun masjid, baik shodaqoh harta, tenaga dan sebagainya.
مَنْ بَنَى مَسْجِدً فِـى الدُّنْيَا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِـى الْجَنَّةِ

Barang siapa yang membangun masjid di duniaanya, maka Allah membangunkan untuknya rumah di surga.
Untuk itu kita harus lebih, lebih memperbanyak shodaqoh kita.

2.Ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang kita pelajari dan yang dapat kita sampaikan pada orang lain serta dapat kita amalkan / praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya jadi orang mubaligh dan mubalighot

3.Anak yang sholeh dan sholeha yang selalu mendoakan kedua orang tuanya

4.SAMBUNG JAMA'AH
Sambung dan ngaji itu beda kalau ngaji bisa sewaktu-waktu kalau sambung itu adalah pada waktu yang telah ditentukan waktunya baik dikelompok, desa daerah ataupun sambung pusat. Dan sambung itu banyak manfaatnya antara lain :

1. Sebagai penyaksian imam terhadap rukyah-nya
2. Bisa cepat menyelesaikan masalah, dan masih banyak manfaat yang lain :
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu berpecah belah
Dan sabda Nabi Saw.
اْلجَمَا عَةُ رَحْمَةٌ وَلْفِرْقَةُ عَذَابٌ
Jama'ah itu rahmat (surga) dan pecah belah itu (selain jama'ah) siksa (neraka).
Jadi jama'ah itu merupakan dari Allah dan perpecahan itu merupakan adzab, siksa dari Allah

5.THOAT
Thoat ini merupakan kunci orang bisa dapat masuk surga selamat dari neraka, sebab dengan thoat tadi program diatas bisa dilaksanakan semua. Dan thoat diatas haruslah bisa dilaksanakan oleh semua jama'ah yaitu thoat Allah, Rosul dan Imam
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ....* الأية سورة النساء 59

Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah kalian pada Allah dan ta'atilah kalian pada Rasul (Nya), dan pada orang-orang yang mengatur perkara dari kalian.
Thoat Allah itu wajib, mutlak disembah dan dithoati semua perintahnya sak pol kemampuannya dan larangannya dijauhi sejauh-jauhnya. Tohat Rasul itu tidak wajib disembah tapi wajib di thoati, dan thoat imam itu selama perintahnya tidak maksiat dan bagi ibu-ibu supaya thoat pada suaminya masing-masing, bisa boso yang baik dan jangan suka memerintah pada suaminya, baik didepan orang banyak ataupun ber-hadapan sendiri. Bagi anak-anaknya supaya thoat pada orang tuanya.

Supaya lima bab tadi tidak lepas dari diri kita bapak imam membuat 4 program tali keimanan yaitu bersyukur, mengagungkan, mempersungguh dan berdo'a

Jangan remehkan Nikmat

Kita mungkin pernah kecewa ketika calon suami atau isteri yang selangkah lagi akan syah menjadi pendamping, menyatakan pembatalan sepihak. Kita kecewa. Padahal, di saat itulah Allah sedang memberikan kebaikan. Karena ternyata, beberapa bulan kemudian sang calon meninggal dunia karena penyakit dalam yang kronis.

Kekecewaan-kekecewaan itu mungkin bisa dianggap wajar. Karena ada sesuatu yang belum kita peroleh. Dan sesuatu itu memang mahal. Bahkan, seorang Nabi Musa a.s. pun harus bersusah payah mendapatkan sesuatu itu. Dan sayangnya, ia sempat gagal di tengah jalan.

Jadi, ridha atas segala sesuatu yang Allah berikan adalah pijakan awal dari lahirnya rasa syukur seorang hamba. Terhadap anugerah apa pun: besar atau kecil. Ridha dengan anugerah yang besar adalah kesiapan diri agar senantiasa menjaga amanah, agar nikmat tidak terselewengkan dalam maksiat. Dan ridha dengan yang kecil adalah kebersihan hati dari buruk sangka atas pemberian Allah.

Seorang sahabat Rasul pernah terperanjat ketika malam pertamanya tiba. Ia seperti hampir tak menerima kenyataan wajah isterinya. Ada keraguan terselip di situ. Bahkan, ketidaksukaan pun nyaris mendominasi hatinya. Seolah, hatinya bicara, “Ah, seperti inikah nikmat yang Allah berikan kepada saya?”

Namun, semua itu sirna seketika saat sang isteri mampu menangkap gelisah itu. Ia langsung membacakan sebuah ayat di surah An-Nisa. “Dan bergaullah dengan mereka (isteri-isteri) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa: 19)

Ketika ridha menutup segala prasangka, syukur terungkap dengan seketika. Ia muncul dari hati yang dalam. Bersih tanpa pamrih. Lahir dari kesadaran bahwa tak seorang pun yang pernah dan akan memiliki sesuatu. Tak semua kesenangan melahirkan bahagia. Dan tak semua kesusahan membawa celaka. Semuanya pinjaman dari Allah. Dan akan kembali kepada-Nya pula.

Jangan remehkan nikmat Allah. Syukurilah anugerah Allah apa adanya. Justru, dalam keridhaan dan syukur itulah kenikmatan terasa ganda. Kita tidak sedang menikmati anugerah fisik saja. Melainkan, belaian kasih sayang Allah yang tak hingga. Nikmatilah warna-warni hidup. Karena hidup memang penuh warna

NIAT KARENA ALLOH

Berikut ini adalah nuansa percakapan antara Alloh dengan hamba-Nya, yang berlangsung kelak di hari kiamat: “Wahai pulan, ada apa denganmu? Pada saat manusia lain datang kepada-Ku dengan penuh ketakutan, kamu justeru datang dengan wajah yang berseri-seri?” “Ya Robbi, hamba datang kepada-Mu dengan gembira, penuh suka-cita, sebab dahulu pada waktu hamba masih hidup di dunia, hamba adalah ahli berperang. Setiap ada kesempatan, kemanapun Rosul berperang menegakkan agama-Mu, maka di sana ada hamba. Dan tidakkah Robbi tahu bahwa hamba mati dibunuh oleh musuh!?”. Bukankah hamba ini adalah seorang Syuhada’ yang layak bertempat di dalam surga Firdaus, tempatnya para Nabi, karena itu hamba datang menghadap-Mu dengan wajah yang berseri-seri!”.

Rosul dan seluruh pasukan bala tentara menyaksikan bahwa si Fulan memang telah mati di medan pertempuran dengan mati syahid, ketika ditemukan mayatnya pun langsung dikuburkan lengkap dengan pakaian perangnya yang masih menempel di badan penuh noda darah, yang tidak perlu dimandikan lagi seperti layaknya orang mati biasa. Malaikat Roqib pun mencatat di dalam buku amalan baik, bahwa si Fulan benar-benar telah mati karena dibunuh oleh musuh (sebagai seorang syuhada’).

Namun, apa yang kemudian terjadi? Ternyata Alloh berfirman: ”Kadzabta (kamu dusta)!. Dahulu kamu pergi berperang dan mati dibunuh oleh musuh, bukan karena mencari wajah (keridhoan)-Ku. Kamu berperang tidak karena Alloh, melainkan hanya biar dikatakan “Fulaanun Jarii-un” (artinya: Fulan sang Pemberani/Jawara). Hai Malaikat! Orang ini lemparkan saja ke neraka!

Maka si Fulan yang dahulunya terkenal di dalam sejarah Islam tercatat sebagai “Syuhada’ (seorang yang mati syahid) ternyata dia “Mati Sangit” diseret kakinya oleh malaikat dan kepalanya di bawah menggerus tanah lalu dia dilemparkan ke dalam neraka Jahannam hanya karena niat berperangnya tidak karena Alloh.
Artinya: “ Kami berlindung dengan Alloh dari yang demikian”.

Syirik Khofiy, atau disebut juga syirik yang tersembunyi, syirik yang samar adalah menyekutukan Alloh dengan cara beribadah niatnya tidak karena Alloh, tidak karena mencari wajah (keridhoan) Alloh. Ini merupakan peperangan dahsyat bagi seorang muslim, seorang mu'min, seorang jama'ah yang harus menang melawannya dalam menjalani ibadah setiap waktu. Karena, ini jauh lebih besar bahayanya dan bila kita sampai kalah, maka akan lebih binasa dari pada perang fisik melawan musuh di medan tempur.

Kalau perang dalam medan laga, lawannya adalah manusia biasa yang masih bisa kita siasati. Akan tetapi, peperangan yang satu ini (melawan ibadah tidak karena Alloh), yang menjadi musuh adalah syaithon yang tidak tampak yang bersemayam di dalam hati, yang senantiasa membisiki manusia agar melaksanakan ibadah dengan tidak karena Alloh (tidak mempunyai harapan: ingin mendapat pahala/rohmat/surga Alloh, dan selamat dari neraka alloh), hanya karena ingin dipuji, ingin didengar, biar dilihat, dan ingin diberi label “Paham Agama” oleh orang lain.

Sebuah hadits yang mengungkapkan tentang percakapan antara Alloh dengan hambanya si Pendekar Perang itu akhir ceritanya adalah niat perangnya hanya ingin di kenal oleh orang lain dengan sebutan “Sang Pemberani, Sang Jawara”. Dan ternyata hal yang sama juga menimpa kepada orang kaya yang menyerahkan hartanya ke Sabiilillah untuk keperluan agama, di hatinya terselip niat biar dikenal oleh orang lain dengan sebutan “Jawwadun: Dermawan”. Dan bahkan dialami pula oleh Qori’ kenamaan, yang nyaris seluruh hidupnya dia gunakan untuk menyiarkan agama, menyebar luaskan ilmunya sehingga menjadi Qori’ kondang. Kenyataanya, di hatinya terbersit niat agar dikatakan “Qori’un: Ahli Qiro’at”, Sang pembaca Al-qur’an yang bersuara merdu. Ini sungguh ironi. Semestinya ‘Ulama lebih waspada karena ilmunya lebih banyak. Namun, kenyataannya dia pun tidak luput dari gempuran-gempuran bisikan syaithon yang terkutuk itu dengan melalui syirik khofiy ini. Dan syaithon berhasil. Karena perang melawan bisikan syaithon yang medan tempurnya adalah di dalam hati, ini jauh lebih berat mengatasi / mensiasatinya dari pada pertempuran di medan perang alam terbuka melawan musuh dari golongan manusia.
Alasannya :
- Pertama, bertempur di medan perang itu terbatas hanya kaum laki-laki yang kuat, dan yang mampu. Sedangkan berperang melawan syaithon, yang medan tempurnya adalah hati, ini tidak perduli orang perempuan, orang tua, orang yang sudah udzur, tanpa terkecuali.
- Kedua, perang melawan syaithon di dalam hati ini keadaannya tidak tampak hiruk-pikuk, tetapi berlangsung dengan diam-diam, tidak ada orang lain yang melihatnya, bahkan malaikat pun tidak mengetahuinya.
- Ketiga, serangan syaithon yang dahsyat itu bisa datang kapan saja pada setiap saat dengan tiba-tiba, sedang sholat menghadap Alloh saja niat karena Alloh pun bisa melayang-hilang, apa lagi hanya di hadapan umat manusia biasa, misal saja: sedang tampil berbicara di depan umum di atas mimbar/podium. Ini rentan, rawan dari godaan syaithon hingga tidak karena Alloh.
- Keempat, Serangan syaithon ini akan menyerang pada semua golongan, tanpa mengenal pandang bulu: Pendekar (pahlawan perang), Dermawan (penyandang dana), Qori’ (ahli membaca Al-qur’an dengan suara merdu), bahkan seorang ‘Ulama’ (orang yang berilmu agama tinggi). Apalagi bagi si pencari harta (kekayaan), tahta (kedudukan/pangkat), wanita (isteri banyak/kolektor isteri) untuk kepentingan agama, itu semua merupakan makanan empuk bagi syaithon, sehingga berubah menjadi salah niat yaitu tidak karena Alloh. Termasuk yang harus waspada adalah bagi orang yang sedang mencari jodoh, baik dia itu seorang duda, janda, jejaka atau pun seorang perawan. Ini juga sangat rentan, rawan dari godaan syaithon hingga tidak karena Alloh.
- Kelima, jika kalah (mati) di medan perang fisik melawan musuh sebab membela diri, keluarga, harta dan agama, maka sebagai ganjarannya adalah Surga Firdaus. Namun, jika kalah perang di medan hati melawan bisikan syaithon hingga tidak karena Alloh, lalu mati maka di hukumi mati keadaan syirik khofiy, berarti mati dengan Su’ul Khotimah (akhir hidup yang jelek), adapun sebagai ganjarannya adalah Neraka Jahannam. Jadi, alangkah sangat tipisnya batas antara Surga Firdaus dengan Neraka Jahannam. Tolok ukurnya adalah isi hati, yaitu karena Alloh dan tidak karena Alloh (artinya: karena Alloh hasilnya surga, tidak karena Alloh hasilnya neraka, capek deh).
Adapun upaya-upaya untuk memenangkan pertempuran melawan bisikan syaithon di medan hati itu, adalah sebagai berikut ;
1. Selalu merendah hati, jangan ingin dipuji orang, jangan menyanjung diri sendiri misal; Dengan menyanjung-nyanjung baik itu secara tersirat maupun tersurat, amanah-amanah atau jasa-jasa pada diri sendiri.
2. Jangan memuji orang lain di depannya, karena itu sama halnya dengan memenggal leher sahabatmu, dengan kata lain “Waihaka Qotho’ta ‘Unuqo Shoohibika”.
3. Perbanyaklah berdo’a dengan do’anya Rosululloh berikut ini. Boleh di baca di mana saja, setiap ada kesempatan, terutama di sa’at syaithon sedang membisikkan sesuatu yang dapat menghilangkan niat karena Alloh :
Artinya: “Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung dengan-Mu dari jika aku menyekutukan pada-Mu dan aku mengetahuinya (syirik yang kelihatan)”. Dan aku mohon ampunan kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui (syirik yang tersembunyi)”.
Ketidaklancaran dalam beribadah pribadi atau yang lebih luas lagi, misalnya: Ketidaklancaran dalam mengurusi jama'ah, penyebabnya adalah tidak karena Alloh, tidak sak dermo. Ada conflict of interest, benturan kepentingan, ada agenda lain yang tersembunyi di hati, di pikiran, ada nges-nges (keinginan-keinginan yang tersembunyi). Maka dari itu waspadai agar hati selalu tetap karena Alloh dalam segala hal, sebagaimana hadits berikut ini :
Artinya: “Barang siapa yang cinta karena Alloh, dan marah karena Alloh, dan memberi karena Alloh, dan mencegah/melarang karena Alloh maka sungguh telah sempurna keimanannya”. (HR. Abu Daud, Jus 2 hal 523).
Oleh karena sedemikian fatalnya kalah perang di medan hati, akankah surga Firdaus ditukar dengan neraka Jahannam?” Hanya karena harta, tahta, wanita?”. Itu, jelas terlalu mahal taruhannya. Sebab, bukankah tanpa syirik khofiy (ada keinginan-keinginan yang tersembunyi) karena mengikuti bisikan syaithon, Alloh tetap akan memberikan semua itu (baik tahta, harta, maupun wanita)?!” Dalam firman-Nya :
Artinya: “Dan (ada lagi karunia Alloh) yang lain (selain surga) yang kamu senangi, (yaitu) pertolongan dari Alloh dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan berilah khabar gembira orang-orang yang beriman”. (QS. Ash-shoff, No : 61, Ayat 13).
Kalau kita teliti, maka nyatalah bahwa ajaran agama Islam, penuh dengan hukum-hukum yang berkaitan dengan urusan qolbu/hati, yang kesemuanya itu bertujuan kearah terbinanya hati yang penuh dengan keikhlasan dalam beribadah sehingga akan dengan mudah terbentuk komunitas yang mahabbah (mencintai) dan marhamah (menyayangi). Maka setiap insan, harus berusaha menanamkan benih ketulusan hati dalam memberikan cinta dan kasih sayangnya, agar jama’ahnya menjadi sebuah komunitas yang berbudi luhur, lahir maupun bathin. Sebab masing-masing jama’ah itu pasti akan menjadi satu anggota masyarakat dari tetangga sekitarnya, yang mau tak mau harus tunduk dan patuh kepada hukum bertetangga, norma susila. Karenanya, maka segala macam kebaikan, juga segala macam keburukan yang akan menimpa tetangga, keluarga dan rumah tangga tak akan terlepas dari pertanggungan jawab. Apalagi kalau memang keburukan tersebut berasal dan keluar dari orang jama'ah, sudah barang tentu perbuatan tersebut akan merusak citra Lembaga Dakwah Islam Indonesia itu sendiri, akibatnya adalah masyarakat tidak bersimpatik atau bahkan malah menolak kehadiran lembaga dakwah tersebut. Tidak cukup sampai di situ saja. Bahkan, bisa-bisa mereka menuduh dengan tuduhan yang tidak-tidak, seperti mengatakan, "Sarang Teroris". Naa 'uudzu billaahi mindzaalik(a).

MENGHADAPI COBAAN HIDUP

Dalam Al-Qur’anul Karim, Surat Al-Baqoroh, No. Surat: 2, Ayat: 214, Alloh Ta’alaa berfirman, yang berbunyi:
Artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Kapankahkah datangnya pertolongan Alloh?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Alloh itu sangat dekat”.

Demikian, kata pasti yang tidak mungkin dapat diubah dan dirobah sebagai sunnatulloh, bahwa seseorang tidak mungkin dengan mudah akan masuk surga tanpa ada cobaan atau ujian terlebih dahulu. Memang, adalah sesuatu konsekwensi logis yang harus diterima oleh setiap insane, termasuk muballigh tanpa pandang bulu, ialah hidup ini pasti penuh dengan penderitaan dan cobaan dalam berbagai bentuk, walau juga kadang menyenangkan. Tidak seorangpun terlepas dari padanya.

Seorang muballigh akan merasa hambar hidupnya, tak enak dan tak ada manisnya, apabila tidak ada cobaan. Sebab, seorang muballigh meyakininya itu kehendak Ilaahi Robbi, yang sudah pasti akan ada akhirnya, seperti dalam pepatah lama, “Seterik-teriknya matahari, pasti redup juga. Seganas-ganasnya ombak di lautan akan reda jua”. Karenanya, derita dan cobaan hidup disambutnya dengan nafas lega dan lapang dada, sambil berserah diri kepada Alloh Ta’alaa sepenuh hati, dengan keyakinan penuh percaya bahwa derita ini ditimpakan tidak lain hanyalah, Alloh Ta’alaa hendak menilai, siapakah yang benar ucap dan sikapnya, dan menilai pula siapa dari mereka yang pembohong. Sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qur’an, Surat Al-Ankabuut, No. Surat: 29, Ayat: 3, yang berbunyi:
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami (Alloh) telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia (Alloh) mengetahui orang-orang yang dusta”.

Seorang jama’ah yang meyakini kebenaran QHJ akan senantiasa mengupayakan agar ada keserasian antara ucapan dan tindakannya, ia tidak mau menjadikan dirinya sebagai hamba Alloh Ta’alaa yang pendusta. Lantang dan lancar tutur lidahnya, juga lancang hati dan tindakannya, di kala coba derita datang menantang. Seorang muballigh dengan segala daya upaya akan melalui cobaan dan derita dengan sabar dan tawakal, sekalipun resikonya berat sekali terhadap diri pribadinya. Dengan cobaan itu akan tersisih antara emas dan Loyang, antara besi dan karatnya. Yang jelas, Alloh Ta’alaa hendak membersihkan hamba-Nya dari dosa dan noda kesalahan yang pernah dilakukan.

Mudah-mudahan dengan sabar dan sholat, tawakal dan tabah yang semakin mapan, akan menghantarkan kita kearah kehidupan yang lebih baik, bahagia dan sejahtera. Amiin

Monday, 14 February 2011

Gejala Penyakit Liver

Menjaga kesehatan tubuh memang tidak mudah, ada berbagai macam hal yang bisa membuat seseorang jatuh sakit. Apakah anda pernah mendengar tentang penyakit liver..? Penyakit liver adalah penya...kit hati, tapi bukan karena diputusin pacar atau rasa cemburu. Ini adalah penyakit yang menyerang fisik kita, terutama organ tubuh terpenting yaitu hati. Hati mempunyai fungsi yang penting dalam tubuh yaitu penyaring darah dan juga menjaga fungsi metabolisme.
Jika hati tidak berfungsi dengan baik, hal ini tentu akan menjadi permasalahan bagi anda. Salah satu dari disfungsi hati adalah mudah terjadinya pendarahan. Selain itu rusaknya fungsi hati akan mengakibatkan berkurangnya sel darah merah karena tidak mampu diproduksi lagi oleh hati dan sumsum tulang.
Lalu apa yang menjadi Gejala Penyakit Liver? Penyakit ini mempunyai 18 tanda gejala yang harus anda ketahui dan waspadai. Ciri-ciri seseorang terkena penyakit ini adalah:
  • Mengalami kekuningan pada kulit.
  • Urin berubah warna kecoklatan seperti teh.
  • Sering mengalami mual.
  • Cepat kehilangan selera makan.
  • Mudah kehilangan berat badan secara drastis.
  • Sering mengalami muntah.
  • Mengalami Diare.
  • Warna Feces(BAB) yang pucat.
  • Sering mengalami nyeri perut di bagian kanan atas.
  • Sering mengalami tidak enak badan dan kurang bersemangat.
  • Mengalami gatal-gatal.
  • Mengalami pembesaran pembuluh darah.
  • Mudah sekali mengalami kelelahan.
  • Tingkat kadar gula menjadi rendah.
  • Mengalami pegel-pegel dan sakit otot.
  • Mengalami demam ringan.
  • Gairah seks mengalami penurunan.
  • Sering mengalami depresi.
Delapan belas ciri dan gejala penyakit liver diatas harus anda ketahui dan pahami, agar anda bisa juga mengantisipasi dan mendeteksi sendiri jika anda atau orang terdekat anda terkena penyakit ini. Walaupun sekarang teknologi kedokteran telah sangat berkembang pesat, namun tingkat kematian dari penyakit ini termasuk tinggi dan berbahaya.

Obat-obatan yang diproduksi secara kimia juga terbukti ampuh dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit liver, tapi mungkin bagi anda tidak ada salahnya untuk mencoba pengobatan yang lebih alami dan menyehatkan. Disini kita akan membuat Pengobatan Penyakit Liver Secara Alami Dan Tradisional menggunakan bahan alami seperti temulawak. Temulawak ternyata merupakan bahan makanan yang mampu menyembuhkan penyakit liver.
Lalu bagaimana membuat pengobatan penyakit hati ini? Seperti halnya membuat jamu, disini kita akan meracik dari bahan-bahan alami yang dapat anda temukan disekitar anda atau cukup dengan membeli di pasar.
Bahan yang digunakan:
  1. Siapkan Empat lembar daun trawas.
  2. Lima Belas iris temulawak yang telah dipotong-potong.
  3. Satu ruas jari kayu manis.
  4. Empat biji cengkeh.

Cara membuat:
Campurkan semua bahan yang digunakan dalam satu panci yang berisikan empat gelas air bersih. Sebelum memasukkan semua bahan, kayu manis harus diremukkan terlebih dahulu. Rebus air hingga mendidih sekitar 1 gelas saja, angkat lalu sajikan dalam keadaan hangat. Minum ramuan ini 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.
Demikianlah Pengobatan Penyakit Liver Secara Alami yang dapat anda praktekkan dirumah. Semoga ramuan tradisional ini dapat membantu mencegah dan menyembuhkan penyakit liver yang anda derita atau orang terdekat disekitar anda.

Untuk Ayah Ibu Tercinta

Takkan mungkin kulupa
kasih sayang dan s'galanya
yang t'lah kau berikan
dengan sepenuh hatimu

Aku jadi tak tahu
harus bilang apa lagi
Terima kasihku
ayah dan ibu tercinta

Aku mohon maaf
atas salah-salahku
yang tanpa kusadari
menyakitimu

Tuhan, sempatkanlah
aku membahagiakan
kedua orang tuaku
Sebelum sang mentari
kembali terbenam
Yang sangat berguna
dalam langkah-langkahku

Aku yakin doamu
akan selalu menyertai
apa yang menjadi
harapan kita bersama

Aku mohon maaf
atas salah-salahku
Yang tanpa kusadari
mungkin menyusahkanmu

Tuhan, sempatkanlah
aku membahagiakan
kedua orang tuaku
Sebelum sang mentari
kembali terbenam

Paradise

 Paradise is very high, and ascending to lofty places takes a great deal of effort. The way to Paradise is filled with things that go against human wishes and inclinations. This needs strong determination and willpower. In a hadith narrated by Bukhari and Muslim from Abu Hurayrah, the Messenger of Allah, sallallahu alaihi wa sallam, said: "Hell has been veiled with desires, and Paradise has been veiled with hardships."

The version recorded by Muslim says "surrounded" instead of "veiled." [Jami al-Usul, 10/521, no. 8069]
An-Nisa’i, Tirmidhi and Abu Dawud report from Abu Hurayrah that the Messenger of Allah, sallallahu `alaihi wa sallam said:
"When Allah created Paradise, He told Jibril, ‘Go and look at it.’ So he went and looked at it, then he came back and said: ‘By Your Glory, no one will hear of it but he will enter it." So He surrounded it with hardships and siad, ‘Go and look at it.’ So he went and looked at it, then came back and said: ‘By Your Glory, I fear that noone will enter it."[Jami al-usul, 10/520, no. 8068. Tirmidhi said: It is a gharib sahih hasan hadith]

An-Nawawi commented on the first hadith:
"This is an example of the beautiful, eloquent and concise speech of which the Prophet, sallallahu `alaihi wa sallam, was capable, in which he gives a beautiful analogy. It means that nothing will help you to reach Paradise except going through hardships, and nothing will lead you to Hell but whims and desires. Both are veiled as described, and whoever tears down the veil will reach what was hidden behind it. The veil of Paradise is torn down by going through hardships, and the veil of Hell is torn down by giving in to whims and desires. Hardship includes striving consistently and patiently in worship, restraining one’s anger, forgiving, being patient, giving in charity, being kind to those who mistreat you, resisting physical desires, etc." [Sharh an-Nawawi `ala Muslim, 17/165]

Saturday, 12 February 2011

ASMAUL HUSNA

1. Yaa Allaahulladzi laa ilaaha illaa anta
* Ya Allah, dzat, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau
2. Yaa Rahmaanu Ya Tuhan Yang Maha Pengasih
*, kami mengharap kasih sayang-Mu.
3. Yaa Rahiimu irhamnaa
* Ya Tuhan Yang Maha Penyayang, kasih dan sayangilah kami.
4. Yaa Maaliku A'thinaa min mulkika
* Ya Tuhan yang Maha Raja (mempunyai kekuasaan), berikanlah kepada kami dari kekuasaan-Mu.
5. Yaa Qudduusu Qaddis Fithratanaa
* Ya Tuhan yang Maha Suci, sucikanlah fitrah kejadian kami
6. Yaa salaamu sallima min aafaatid dunyaa wa'adzaabil aakhirah
* Ya Tuhan Pemberi selamat, selamatkanlah kami dari fitnah bencana dunia dan siksa di akherat.
7. Yaa mukminu aaminaa wa-aamin ahlanaa wabaladanaa
* Ya Tuhan yang memberi keamanan, berikanlah kami keamanan, keluarga kami dan negeri kami.
8. Ya Muhaiminu haimin auraatinaa wa-ajsaadanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Melindungi, lindungilah cacat dan jasad kami.
9. Yaa Aziizu Azziznaa bil'ilmi walkaroomah
* Ya Tuhan Yang Maha Mulia, muliakanlah kami dengan ilmu pengetahuan dan kemuliaan.
10. Yaa Jabbaaru hab lanaa min jabaruutika
* Ya Tuhan Yang Maha Perkasa, berikanlah kepada kami dari keperkasaan-Mu.
11. Yaa Mutakabbiru bifadhlika ij'alnaa kubaraa
* Ya Tuhan Yang Maha Megah, dengan anugerah-Mu jadikanlah kami orang yang megah.
12. Yaa Khooliqu hassin kholqonaa wahassin khuluqonaa
* Ya Tuhan Yang Maha Menciptakan/Menjadikan, baguskanlah kejadian kami dan baguskanlah akhlak kami.
13. Yaa Baari'u abri'naa minasy syirki walmaradhi walfitnati
* Ya Tuhan yang Maha Membebaskan, bebaskan kami dari syirik, penyakit, dan fitnah.
14. Yaa Mushawwiruu shawirnaa ilaa ahsanil kholqi walhaali
* Ya Tuhan yang Maha Membentuk, bentuklah kami menjadi sebaik-baiknya makhluk dan sebaik-baik keadaan.
15. Ya Ghoffaaru ighfir lanaa dzunuubanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Pengampun , ampunilah dosa-dosa kami.
16. Yaa Qohhaaru iqhar aduwwanaa ilal istislami
* Ya Tuhan Yang Maha Memaksa, paksalah musuh kami untuk tunduk/menyerah
17. Ya Wahhaabu Hab lanaa dzurriyatan thayyibah
* Ya Tuhan Yang Maha Memberi, berikanlah kepada kami anak keturunan yang baik
18. Ya Rozzaaqu urzuqnaa halaalan thoyyiban waasi'aa
* Ya Tuhan Yang Maha Memberi rezeki, berikanlah rezki yang halal, bergizi dan banyak
19. Yaa Fattaahu iftah lanaa abwaabal khoiri
* Ya Tuhan yang Maha Membuka, bukakanlah buat kami semua pintu kebaikan.
20. Yaa aliimu a'limnaa maa laa na'lam
* Ya Tuhan Yang Maha Mengetahui, beritahukanlah kepada kami apa yang kami tidak mengetahuinya.
21. Yaa Qoobidhu idzaa jaa'a ajalunaa faqbidh ruuhanaa fii husnil khotimah
* Ya Tuhan Yang Maha Mencabut, jika telah sampai ajal kami, cabutlah ruh kami dalam keadaan khusnul khotimah.
22. Yaa baasithu ubsuth yadaaka alainaa bil athiyyah
* Ya Tuhan Yang Maha Meluaskan, luaskan kekuasaan-Mu kepada kami dengan penuh pemberian.
23. Ya khoofidhu ihkfidh man zholamanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Menjatuhkan, jatuhkanlah orang yang menzalimi kami.
24. Ya roofi'u irfa darojaatinaa.
* Ya Tuhan Yang Maha Mengangkat, angkatlah derajat kami.
25. Ya Mu'izzu aatinaa izzataka.
* Ya Tuhan Yang Maha Memberi kemuliaan, limpahkanlah kemulaiaan-Mu kepada kami.
26. Yaa mudzillu dzallilman adzallanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Menghinakan, hinakanlah orang yang menghina kami.
27. Yaa samii'u isma syakwatanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Mendengar. dengarkanlah pengaduan kami.
28. Yaa bashiiru abshir hasanaatinaa
* Ya Tuhan Yang Maha Melihat, lihatlah semua amal kebaikan kami.
29. Yaa hakamu uhkum manhasada alainaa wa ghosysyanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Menetapkan hukum, hukumlah orang-orang yang dengki dan curang kepada kami.
30. Yaa adlu i'dil man rahimanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Menetapkan keadilan, berikan keadilan kepada orang yang sayang kepada kami.
31. Yaa lathiifu ulthuf binaa
* Ya Tuhan Yang Maha Halus, bersikaplah halus kepada kami.
32. Yaa khobiiru ihyinaa hayaatal khubaroo
* Ya Tuhan Yang Maha Waspada, jadikanlah hidup kami seperti kehidupan orang-orang yang selalu waspada (ahli peneliti).
33. Yaa haliimu bilhilmi zayyinnaa
* Ya Tuhan Yang Maha Penyantun, hiasilah hidup kami dengan sikap penyantun.
34. Yaa azhiimu ahyinaa hayaatal uzhomaa
* Ya Tuhan Yang Maha Agung, hidupkanlah kami sebagaimana kehidupan orang-orang yang agung.
35. Yaa ghofuuru ighfir lanaa waisrofanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa kami dan keteledoran kami.
36. Ya syakuruu a'innaa 'alaa syukrika
* Ya Tuhan Yang Maha Menerima syukur, berikanlah kami kemampuan untuk selalu bersyukur kepada-Mu.
37. Ya aliyyu uluwwaka nastaghiitsu
* Ya Tuhan Yang Maha Tinggi, kami mengharap ketinggian dari-Mu
38. Yaa kabiiru ij'alnaa kubarooa
* Ya Tuhan Yang Maha Besar, jadikanlah kami orang yang besar.
39. Yaa hafiizhuu ihfazhnaa min fitnatid dunya wasuuihaa
* Ya Allah Yang Maha memelihara, peliharalah kami dari fitnah dunia dan kejahatannya
40. Yaa muqiitu a'thinaa quwwataka laa haula walaa quwaata illabika
* Ya Allah Tuhan Yang Maha Memberi kekuatan, berikanlah kami kekuatan, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Engkau.
41. Yaa Hasiibu haasibnaa hisaaban yasiiroo
* Ya Tuhan Yang Maha Menghisab, hisablah kami nanti dengan hisaban yang ringan.
42. Yaa jaliilu ahyinaa hayaatal ajillaal.
* Ya Tuhan Yang Maha Luhur, hidupkanlah kami seperti orang-orang yang mempunyai keluhuran
43. Ya kariimu akrimnaa bittaqwaa
*Ya Tuhan Yang Maha Mulia, muliakanlah kami dengan ketaqwaan
44. Ya roqiibu ahyinna tahta riqoobatik
* Ya Tuhan Yang Maha Mengamati geark-gerik, hidupkanlah kami selalu dalam pengamatan-Mu
45. Ya mujiibu ajib da'watanaa waqdhi hawaaijanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Mengabulkan, kabulkanlah do'a dan ajakan kami, luluskanlah semua keperluan kami
46. Yaa waasi'u urzuqnaa rizqon waasi'aa wawassi shuduuronaa
* Ya Tuhan Yang Maha Meluaskan, berikanlah kami rizki yang luas dan luaskanlah dada kami.
47. Yaa hakiimu ahyinaa hayaatal hukamaai
* Ya Tuhan Yang Maha Bijaksana, hidupkanlah kami sebagaimana kehidupan orang-orang yang bijaksana.
48. Yaa waduudu wuddaka ista'tsarnaa wa alhimma mawaddatan warohmah
* Ya Tuhan Yang Maha Mencintai, hanya cintamu kami mementingkan, dan ilhamkanlah kepada kami rasa cinta dan kasih sayang.
49. Ya majiidu a'thinaa majdaka
* Ya Tuhan Yang Maha Mulia, berikanlah kepada kami kemuliaan-Mu
50. Yaa baa'itsu ib'atsnaa ma'asysyuhadaai washshoolihiin
* Ya Tuhan Yang maha Membangkitkan, bangkitkanlah kami bersama orang-orang yang syahid dan orang yang shaleh.
51. Yaa Syaahiidu isyhad bi annaa muslimuun
* Ya Tuhan Yang Maha Menyaksikan, saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada-Mu (Muslimin)
52. Yaa Haqqu dullanaa haqqon wa'thi kulla dzii haqqin haqqoo
* Ya Allah Tuhan Yang Maha Haq, tunjukilah kami kepada yang haq dan berikanlah hak pada setiap orang yang mempunyai haq
53. Yaa wakiilu alaika tawakkalnaa
* Ya Tuhan Yang Maha Memelihara penyerahan, kepada-Mu kami serahkan urusan kami
54. Yaa Qowiyyu biquwwatika fanshurnaa
* Ya Tuhan Yang Maha Kuat, dengan kekuatan-Mu tolonglah kami.
55. Yaa matiinu umtun imaananaa watsabbit aqdaamanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Kokoh, kokohkanlah iman kami dan mantapkan pendirian kami.
56. Yaa Waliyyu ahyinaa hayaatal auliyaa
* Ya Tuhan Yang Maha Melindungi, hidupkanlah kami seperti hamba-hamba-Mu yang mendapat perlindungan (para wali)
57. Yaa hamiidu urzuqnaa isyatan hamiidah
* Ya Tuhan Yang Maha Terpuji, limpahkan kepada kami kehidupan yang terpuji.
58. Yaa muhshii ahshinaamin zumrotil muwahhidiin
* Ya Tuhan Yang Maha Menghitung, hitunglah kami termasuk orang-orang yang meng-Esakan Engkau
59. Yaa mubdi'u bismika ibtada'naa
* Ya Tuhan Yang Maha Memulai, dengan nama-Mu kami memulai.
60. Yaa mu'iidu a'id maa ghooba annaa
* Ya Tuhan Yang Maha Mengembalikan, kembalikanlah semua yang hilang dari kami
61. Yaa muhyii laka nuhyii fahayyina bissalaam
* Ya Tuhan Yang Maha Menghidupkan, karena Engkau kami hidup, hidupkanlah kami dengan penuh keselamatan
62. Yaa mumiitu amitna alaa diinil Islaam
* Ya Tuhan Yang Maha Mematikan, matikanlah kami tetap dalam keadaan Islam
63. Yaa Hayyu ahyi wanammi sa'yanaa wasyarikatana waziro'atana..
* Ya Tuhan Yang Maha Hidup , hidupkanlah dan kembangkanlah usaha kami, perusahaan kami dan tanaman kami
64. Ya Qoyyuumu aqimnaa bil istiqoomah
* Ya Tuhan Yang Maha Tegak, tegakkanlah kami dengan konsisten
65. Yaa waajidu aujid maadhoo'a annaa
* Ya Tuhan Yang Maha Mewujudkan / Menemukan, ketemukanlah semua yang hilang dari kami.
66. Yaa maajidu aatinaa majdaka
* Ya Tuhan Yang Maha Mulia, berikanlah kepada kami kemuliaan-Mu
67. Yaa waahidu wahhid tafarruqonaa wajma'syamlanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Esa/Menyatukan, persatukanlah perpecahan kami dan kumpulkanlah keberantakan kami.
68. Yaa shomadu ilaika shomadnaa
* Ya Tuhan yang tergantung kepada-Nya segala sesuatu, hanya kepada-Mu kami bergantung.
69. Yaa qodiiru biqudrotika anjib min zhahrina zhurriyyatan thoyyibah
* Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan kekuasaan-Mu lahirkanlah dari tulnag pungung kami anak keturunan yang baik.
70. Yaa muqtadiru iqtadirlana zaujan wakhoiron kullahu
* Ya Tuhan Yang Maha Menentukan, tentukanlah untuk kami istri dan semua kebaikannya.
71. Ya mukoddimu qoddim hawaaijanaa fiddun-ya wal aakhiroh
* Ya Tuhan Yang Maha Mendahulukan, dahulukan keperluan kami di dunia dan di akherat.
72. Yaa muakhkhiru akhkhirhayaatana bishusnil khootimah.
* Ya Tuhan Yang Maha Mengakhirkan, akhirkanlah hidup kami dengan
husnul khotimah.
73. Yaa awwalu adkhilnal jannta ma'al awwalin
* Ya Tuhan Yang Maha Pertama, masukkanlah kami ke dalam syurga bersama orang-orang yang pertama masuk syurga
74. Yaa aakhiru ij'al aakhiro 'umrinaa khoirohu.
* Ya Tuhan Yang Maha Akhir, jadikanlah kebaikan pada akhir umur kami.
75. Ya zhoohiru azhhiril haqqo 'alainaa warzuqnattibaa'ah
* Ya Tuhan Yang Maha Nyata, tampakkanlah kepada kebenaran , berikan kami kesanggupan untuk mengikutinya.
76. Yaa baathinu abthin 'uyuubanaa wastur 'aurootinaa.
* Ya Tuhan Yang Maha Menyembunyikan, sembunyikanlah cacat kami dan tutuplah rahasia kami.
77. Yaa waali anta waali amrinaa faasri' nushrotaka lanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Menguasai, Engkau adalah Penguasa urusan kami, maka segerakanlah pertolongan-Mu kepada kami.
78. Yaa muta'aali a'li kalimataka wakhdzul man khodzalanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Terpelihara dari semua kekurangan (Maha Luhur), luhurkan/peliharalah kalimat-Mu dan hinakan orang yang merendahkan kami.
79. Yaa barru ashib barroka alainaa waahyinaa ma'al barorotil kiroom.
* Ya Tuhan Yang Maha Dermawan, limpahkan kedermawanan-Mu kepada kami dan hidupkanlah kami bersama orang-orang yang dermawan lagi mulia.
80. Yaa tawwaabu taqobbal taubatanaa wataqobbal ma'dzi-rotanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Menerima taubat, terimalah taubat kami dan uzur kami.
81. Yaa Muntaqimu laa tantaqim 'alaina bidzunuubinaa
* Ya Tuhan Yang Maha Menyiksa, janganlah kami disiksa lantaran dosa-dosa kami.
82. Yaa afuwwu fa'fu annaa khothooyaanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Memaafkan , maafkanlah semua kesalahan kami
83. Ya rouufu anzil alainaa ro'fataka
* Ya Tuhan Yang Maha Pengasih, turunkanlah kepada kami kasih/kelembutan-Mu
84. Yaa Maalikal mulki aati mulkaka man tasyaa-u minnaa
* Ya Tuhan Yang Memiliki Kerajaan/Kekuasaan, berikan
kerajaan/kekuasaan-Mu kepada siapa yang Engkau kehendaki dari kami.
85. Yaa dzal jalaali wal ikroom akrimnaa bil ijlaali wattaqwaa
* Ya Tuhan Yang Mempunyai Keagungan dan Kemuliaan, muliakanlah kami dengan keagungan dan ketaqwaan.
86. Yaa Muqsithu tsabbit lanaa qisthon wazil 'anna zhulman
* Ya Tuhan Yang Maha Mengadili, tetapkanlah kepada kami keadilan dan hilangkan dari kami kezaliman.
87. Yaa Jaami'u ijma'naa ma'ash shoolihiin.
* Ya Tuhan Yang Maha Mengumpulkan, kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang sholeh.
88. Yaa Ghoniyyu aghninaa bihalaalika 'an haroomik
* Ya Tuhan Yang Maha Kaya, berikanlah kepada kami kekayaan yang halal dan jauh dari keharaman.
89. Yaa Munghnii bini'matika aghninaa
* Ya Tuhan Yang Maha Memberi Kekayaan, dengan nikmat-Mu berikanlah kami kekayaan.
90. Yaa Maani'u imna' daairotas suu-i taduuru 'alainaa.
* Ya Tuhan Yang Maha Menolak, tolaklah putaran kejahatan yang mengancam kami.
91. Yaa Dhoorru la tushib dhorroka wadhorro man yadhurru 'alainaa
* Ya Tuhan Yang Maha Memberi Bahaya, jangan timpakan kepada kami bahaya-Mu dan bahaya orang yang akan membahayakan kami.
92. Yaa Naafi'u infa' lanaa maa 'allamtanaa wamaa rozaqtanaa
* Ya Tuhan Yang Maha Membri Manfaat, berikan kemanfaatan atas apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami dan kemanfaatan rizki yang Engkau berikan kepada kami.
93. Yaa Nuuru nawwir quluubanaa bihidaayatika
* Ya Tuhan Yang Maha Bercahaya, sinarilah kami dengan petunjukmu.
94. Yaa Haadii ihdinash shirothol mustaqim.
* Ya Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk, tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus.
95. Yaa Badii'u ibda' lanaa hayatan badii'ah
* Ya Tuhan Yang Maha Pencipta Keindahan, ciptakanlah kepada kami kehidupan yang indah.
96. Yaa Baaqii abqi ni'matakal latii an'amta 'alainaa.
* Ya Tuhan Yang Maha Kekal, kekalkanlah nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami.
97. Yaa Waaritsu ij'alnaa min waratsati jannatin na'iim.
* Ya Tuhan Yang Maha Pewaris, jadikanlah kami orang yang akan mewarisi syurga kenikmatan.
98. Yaa Rasyiidu alhimna rusydaka waahyinaa raasyidiin.
* Ya Tuhan Yang Maha Cendekiawan, limpahkanlah kecendekiawaan-Mu dan hidupkanlah kami sebagai orang-orang cendekia.
99. Yaa Shabuuru ij'alnaa shaabiriina
* Ya Tuhan Yang Maha Penyabar, jadikanlah kami orang-orang yang selalu bersabar.

Perumpamaan

Perumpamaan
Jeruk itu terkadang asam, namun ketika ditambah gula dan sedikit es ia berubah  menjadi minuman yang menyegarkan. Begitu pula orang cerdas dan bijak mampu mengubah kerugian, penderitaan, penyakit, kesedihan dan lainnya menjadi kebahagiaan dan keberuntungan. Sebaliknya orang yang tidak mau berfikir akan membuat penderitaan itu semakin besar.
Contoh Dahsyat
  • Imam Ahmad bin Hanbal, pengagas Mahzab Ahmad pernah dipenjara dan justeru karena dipenjara ia mampu menulis banyak buku yang akhirnya bisa dinikmati hingga kini.
  • Imam Sarkhasi, ulama besar dalam mahzab Hanafi, pernah dilemparkan ke dalam sumur kering. Namun di sumur itu ia berhasil menyusun sebuah kitab fikih sebanyak 20 juz.
  • Ibnu Qoyyim Al-Jauzi menulis buku nya yang sangat terkenal Zaadul Ma’ad ketika beliau bersedih dalam perantauan.
  • Ibnul Atsir menulis buku tentang Ushul Fikih yang terkenal Jami’ Ushul ketika beliau lumpuh
  • Abu Dzu’aib menyusun Syair indah sepanjang zaman Ya Liyadzah ketika semua anak-anaknya mati.
  • Sayiid Quthub pernah dipenjara dan ketika itulah ia menulis tafsirnya yang terkenal Fii Zilalil Qur’an

Kalau Anda Terpuruk
Kalau anda terpuruk, tidak mau beranjak dari tempat anda, maka musibah itu akan semakin sakit, sakit dan sakit. Apalagi yang terus menyimpan derita nya dalam hati. Pastilah kesakitan itu membengkak, dan jangan heran hati timbul suuz zhon, penuh kebencian, semua yang dilakukan orang lain salah, banyak komplen, apapun yang dilakukan menyakitkan orang lain. Ada kemarahan dalam semua tindakan nya. Kalau sudah begini dengan apa disembuhkan ??? Tidak ada obatnya kecuali dia sendiri yang harus mengobati nya…karena tidak ada yang sayang pada diri sendiri kecuali diri kita sendiri…..
Jangan seperti orang yang mengumbar semua derita nya kepada orang lain, BAHKAN SAMPAI DITULIS DI WALL FB, setiap orang yang ditemui nya langsung di umbar semua kepedihan nya. Curhat ke ortu, kakak, adik, tetangga, mungkin saja siapa saja yang ditemui nya di FB langsung curhat.  Seakan-akan dia orang paling sedih di dunia. Namun ketika senang, ketika bahagia, dia lupa bersyukur, lupa NGASIH ama ortu, nga peduli kalau orang lain butuh bantuan, lupa ngasih makanan ke tetangga...

Banyaklah Berdoa, Sedekah, Zikir, Ikhtiar
Kesedihan, kecewa dan lainya adalah kepastian Allah Swt kepada setiap manusia dan kita tidak bisa menghindarinya.Bahwa kepedihan, kesedihan, kecewa, bingung itu adalah Sunnatullah ditegaskan dalam ayat:
"Alhamdulillahhillazi azhab annal hazan.” ( QS. Fathir: 34 )
“segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita kami..”
Ini menunjukkan bahwa mereka semua pernah mengalami kesedihan ketika hidup di dunia dulu.
Namun jangan terpuruk dalam keadaan itu, hindarkan dan lepaskan kesedihan dan kekecewaan dengan banyak berdoa, baca Qur’an, sedekah, Istighfar dan Taqqorub lainnya.Hingga musibah itu akhirnya bisa menjadikan diri kita dekat dengan Allah Swt, dan bukanya musibah yang akhirnya menjauhkan diri dari Allah. Apalagi Suuz Zhon kepada Allah Swt.
Mungkin saja kebahagiaan itu datang ketika kita sukses melewati musibah. Dan ketika musibah, kecewa, sedih, bingung menerpa lakukan perbuatan yang positif, yang bermanfaat baik bagi diri maupun bagi yang lainnya.
Ketika sakit, ambil tasbih, baca Istighfar, Asmaul Husna sebanyak-banyaknya, sedekah juga uang anda.
Ketika kecewa dan sedih, solat lah malam, baca Qur’an, belajar agama, datangi majelis taklim, ikuti kegiatan Masjid dll.

Doa Penghilang Duka
Allahumma inni audzubika minal hammi wal hazan, wa audzubika minal ajzi wal kasal, wa audzubika minal jubni wal bukhli, wa audzubika min ghalabatid dain wa qahrir rijal (HR. ABu Daud)
"Ya Allah, aku berlindung pada Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dan dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan orang..."

TAWAF

Mukadimah
Pencariaan Hikmah tentunya tidak harus kita cari jawabannya, karena Syariat Islam dilaksanakan karena Itibba (tunduk patuh) dan karena taat semata kepada perintah Allah dan Nabi Nya. Namun tidak salah jika kita mencarinya, meskipun setiap individu akan berbeda dalam pencapaian hikmah di balik syariat itu. Tapi tidak mengapa, karena hikmah di balik syariat itu, pastinya akan meningkatkan Iman dan takwa.
Hikmah di Balik Tawaf
Tawaf jika dicermati berlawanan dengan arah jarum jam, dan posisi Ka’bah di sebelah kiri kita. Apakah ada Hikmah di balik itu?
Sedangkan Nabi Saw sendiri selalu memulai segala sesuatu dari sebelah kanan?
Coba kita berpaling dulu ke Alam semesta dan kita tahu bahwa semua benda langit dan planet-planet, bahkan Matahari sekalipun berputar dari kiri terus ke kanan. Begitu pula dengan galaksi kita juga dengan elektron (satuan atom yang mengandung lsitrik) semuanya bergerak dari arah kiri terus ke kanan.
Yang menarik, peredaran sirkulasi darah di tubuh kita juga bergerak di mulai dari arah kiri kemudian ke kanan. Sirkulasi darah dimulai dari jantung, kemudian dipompa sampai mengalir ke tubuh sebelah kiri.

Kesimpulan
Setelah kita cermati bahwa semua benda langit bahkan perputaran Galaksi di Alam semesta, begitu pula perderan darah dalam tubuh kita, ternyata bergerak dari sebelah kiri kemudian berputar ke kanan.
Dan gerakan itu sama halnya seperti gerakan Tawaf, berlawanan dengan arah jarum jam. Yang bergerak dari arah kiri kemudian terus maju ke arah kanan.
Gerakan semua itu ternyata adalah rangkain Tasbih Alam semesta, bahkan dalam tubuh pun ternyata ungkapan tasbih kepada Allah, penguasa Alam semesta dan benarlah firman Allah Swt:
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. “ (QS. Al-Isra: 44)

HAJAR ASWAD

Batu Hitam (Hajar Aswad) yang mempesona ini, yang dituju, yang dicium, yang disentuh oleh jutaan Muslimin ini, telah melewati berbagai periode dan secara singkat bisa digambarkan sebagai berikut:
  • 1850-1820 SM: Nabi Ibrahim meletakkan Hajar Aswad di Ka'bah, ketika membangun Ka'bah.
  • 400 M: Amr bin Harits bin Madhadh al-Jurhum memasukkan ke dalam sumur Zamzam.
  • 400 M: Qushay bin Kilab (kakek Rasul SAW yang kelima) meletakkan kembali ke tempatnya di Ka'bah.
  • 606 M, terjadi kerusakan pada Ka'bah akibat banjir, dan Nabi Saw (Nabi saat itu belum diangkat menjadi Nabi) meletakan di  tempat  yang  ada  sekarang setelah terjadi perdebatan antarkabilah Quraisy.
  • 180-an H, Abdullah bin Zubair memasang lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad.
  • 7 Zulhijah 317 H: Abu Tahir Al Qarmuthi mencopot Hajar Aswad.
  • 10 Dzulhijjah 339 H, Hajar Aswad berhasil dikembalikan ke tempatnya.
  • 363 H, Hajar Aswad dipukul oleh seorang laki-laki dari Romawi, namtm ia tidak berhasil membawanya.
  • 413 H, seorang laki-laki dari Bani Fatimiyyah, memecahkan Hajar Aswad.
  • 990 H, seorang laki-laki asing memukul Hajar Aswad.
  • 1268 H, Sultan Abdul Majid mengganti lingkaran perak dengan emas.
  • 1293 H,  Sultan Abdul Aziz mengganti lingkaran emas dengan perak.
  • Muharram  1351  H,  seorang laki-laki  dari Afghanistan mencungkil pecahan Hajar Aswad dan mencuri potongan kain Kiswah Ka'bah.
  • 28  Rabiul Akhir  1351  H,  Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman  As-Saud  merekatkan  kembali  Hajar Aswad yang telah pe cah dan memberinya lingkaran perak di sekelilingnya.

Batu Hitam yang Mulia
Hajar Aswad yang bermakna batu hitam adalah sebuah batu yang sangat dimuliakan. Ia merupakan jenis batu ruby, yang berasal dari Surga. Sebagian besar umat Islam, terutama yang menunaikan ibadah haji, berusaha menciumnya, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Saw.
Umar bin Khattab ra pernah berujar ketika berada di hadapan Hajar Aswad:
“Demi Allah, aku tahu bahwa kamu hanya sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu (Hajar Aswad —Red), niscaya aku tidak akan menciummu." (HR. Muslim).

Tentang Hajar Aswad
Batu hitam ini berukuran sekitar 10 sentimeter (cm) dengan luas lingkaran pita peraknya sekitar 30 cm. Tingginya dari lantai dasar Masjid al-Haram sekitar 1,5 meter. Hajar Aswad sendiri pernah dipecahkan menjadi 8 pecahan dengan ukuran kecil-kecil.
Ketika Salman Al-Farisi ra tengah berada di antara Zam-zam dan Maqam (tempat berpijak) Ibrahim, dia melihat orang-orang berdesakan di sekitar Hajar Aswad. Lalu dia bertanya kepada kawan-kawannya, "Tahukah kalian, apakah ini?"
Mereka menjawab  "Ya, ini adalah Hajar Aswad." Dia meneruskan, “ "la berasal dari batu-batu surga. Dan demi Tuhan yang menggenggamku, ia akan dibangkitkan kelak dengan memiliki sepasang mata, satu lisan, dan dua buah bibir, untuk memberikan kesaksian bagi orang-orang yang pernah menyentuhnya secara hak (benar).”

Bukan Batu Meteor
Sebagaimana diterangkan   dalam   sejumlah  hadis  dari  berbagai  perawi  hadis  tepercaya,  Hajar Aswad  adalah sebuah batu mulai yang berasal dari surga. Saat pertama kali diturunkan, batu ini berwarna putih susu. Namun, karena dosa-dosa manusia hingga ia menjadi hitam (aswad).
Dengan banyaknya riwayat yang menyebutkan Hajar Aswad berasal dari surga, banyak pihak yang penasaran dengan hal tersebut. Ada yang berusaha mencurinya. Bahkan ada pula yang beranggapan bahwa Hajar Aswad adalah batu meteor. Dan tentu saja anggapan ini berbeda dengan keterangan beberapa hadist, bahwa Hajar Aswad berasal dari batu surga.
Begitu pula mengenai cara sampainya di bumi, ada beberapa pendapat yang berbeda. Ada yang menyebutkan bahwa batu ini dibawa oleh malaikat Jibril atas perintah Allah ke bumi.
Ada pula yang menyebutkan, bahwa batu ini dibawa Nabi Adam as dari surga ketika ia diturunkan ke Bumi. Pendapat ini disampaikan oleh pakar tafsir terkenal, Ibnu Katsir dalam bukunya Qishahul Anbiya (kisah-kisah para Nabi)

Penelitian Hajar Aswad
Seorang ilmuwan Mesir, Prof. Dr Zaghlul an-Najjar pernah menyapaikan sebuah wacana agar Hajar Aswad diambil sampelnya untuk diteliti lebih lanjut untuk membuktikan bahwa Hajar Aswad itu bukan sebuah meteor, namun batu dari surga seperti yang pernah di terangkan oleh Nabi Saw. Dan pengambilan sample ini, menurutnya tidak akan merusak Hajar Aswad itu sendiri. Namun sampai saat ini wacana tersebut tampaknya tidak mendapat dukungan dari pihak terkait.

Hadist-Hadist tentang Hajar Aswad
  • Dari Humaid ibn Abi Sawiyyah ra, bahwa ia pernah mendengar bahwa Ibn Hisyam pernah bertanya kepada Atho ibn Abi Ribbah ra (seorang tabi’in) ketika Atho sedang tawaf di Baitullah. Atho kemudian meriwayatkan bahwa  Abu Hurairah ra mengatakan, “ Bahwasannya Nabi Saw pernah bersabda, Bahwa di sekitar Hajar Aswad ada 70 malaikat dan jika seseorang (yang sedang tawaf) berdoa,” Ya Allah, aku minta ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Ya Allah berilah aku kebaikan di dunia dan akhirat dan jauhkan aku dari siksa api neraka.” Maka para melaikat itu akan meng aminkan nya." Ketika sampai di Hajar Aswad, Ibn Hisyam bertanya kembali, “ Ya Aba Muhammad, apa yang kau ketahui tentang Hajar Aswad ini? Atho menjawab, bahwa Abu Hurairah pernah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw mengatakan,” Barangsiapa yang menyetuhnya, maka sebenarnya ia menyentuh tangan ar-Rohman (tangan Allah).” ( HR. Ibnu Majah. Al-Mundziri mengatakan bahwa hadist ini di Hasankan oleh sebagaian ulama hadist)

  • Dari Abdullah Ibn Umar bahwasanya Rasulullah Saw pernah bersabda, “ Di hari kiamat kelak, akan datang rukun (Hajar Aswad) dalam bentuk yang lebih besar dari gunung Abi Qubaisy. Ia memiliki dua bibir kemudian menceritakan siapa saja yang pernah menyetuhnya dengan niat (karena Allah semata). Ia (Hajar Aswad) adalah Yaminullah (tangan kanan Allah) yang disentuh oleh para hamba-hamba Nya.” (HR. Khuzaimah. Adz-Dzahabi melemahakan hadist ini karena ada seorang rawi, yaitu Abdullah Ibn Muamil yang dianggap lemah. Al-Baihaqi pun melemahkan hadist ini. Namun tentang kelemahan Abdullah Ibn Muamil ini ditentang oleh pakar hadist lainnya karena Ibn Hibban menganggap nya seorang tsiqot (bisa dipercaya). Begitu pula pandangan Ibn Hajar yang menyebutkan bahwa meskipun rowi termasuk yang suka menafsirkan hadist, namun jika ada hadist lain yang menguatkannya maka hadist ini termasuk hadist Hasan sebagaimana pandangan Imam Tirmidzi.” Dengan demikian hadist diatas tidak termasuk hadist dhoif karena ada hadist yang menguatkan hadist ini, yaitu dari riwayat Humaid Ibn Abi Sawiyyah (hadist pertama diatas)

  • “Rukun itu (Hajar Aswad) dan Maqam (tempat berpijak Nabi Ibrahim) adalah batu Yaqut dari bebatuan surga. Dan jika tidak disentuh (oleh) dosa-dosa manusia, maka pastilah akan terang dunia ini (karena cahaya Hajar Aswad). Dan orang sakit yang menyetuhnya pastilah akann sembuh.”  (HR. Baihaqi. Imam Nawawi dalam al-Majmu mengatakan bahwa sanad nya Sahih)

Macam-macam hati

Hati merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati ini tidak akan terlepas dari tanggung jawab yang dilakukannya kelak di akhirat, sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya." (Al-Isra: 36).

Dalam tubuh manusia kedudukan hati dengan anggota yang lainnya adalah ibarat seorang raja dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya, yang semuanya tunduk di bawah kekuasaan dan perintahnya, dan bekerja sesuai dengan apa yang dikehendakinya.

"Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

1. Hati yang sehat

Yaitu hati yang terbebas dari berbagai penyakit hati. Firman Allah: "(Yaitu) di hari yang harta dan anak-anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yang datang mengharap Allah dengan membawa hati yang selamat." (Asy-Syura: 88-89).

Ayat ini sangatlah mengesankan, di sela-sela harta benda yang diburu dan dikejar-kejar orang, dan anak-anak laki-laki yang sukses dengan materinya dan sangat dibanggakan, ternyata itu semua tidak akan memberi manfaat kecuali siapa yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.

Yaitu selamat dari semua nafsu syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah dan laranganNya, dan dari semua syubhat yang memalingkan dari kebenaran, selamat dari peribadatan dan penghambaan diri kepada selain Allah, selamat dari berhukum dengan hukum yang tidak diajarkan oleh Allah dan RasulNya, dan mengikhlaskan seluruh peribadatannya hanya karena Allah, iradahnya, kecintaannya, tawakkalnya, taubatnya, ibadah dalam bentuk sembelihannya, takutnya, raja'nya, diikhlaskannya semua amal hanya kepada Allah.

Apabila ia mencintai maka cintanya karena Allah,
apabila ia membenci maka bencinya karena Allah,
apabila ia memberi maka memberinya karena Allah,
apabila menolak maka menolaknya karena Allah.
Dan tidak hanya cukup dengan ini, sampai ia berlepas diri dari semua bentuk keterikatan dan berhukum yang menyelisihi contoh dari Rasulullah. Maka hatinya sangat tertarik dengan ikatan yang kuat atas dasar mengikuti jejak langkah Rasulullah semata, dan tidak mendahulukan yang lainnya baik ucapan maupun perbuatannya.

Firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya, bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Hujurat: 1).

2. Hati yang mati

Yaitu kebalikan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang perintahkanNya, dicintaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya.

Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu diridhaiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah.

Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah.

Orang yang demikian menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan menjadi sopirnya, dan kelalaian sebagai tunggangan dan kendaraannya. Pikirannya hanya untuk mendapatkan dunia yang menipu ini dan dibuat mabuk oleh nafsu untuk mendapatkannya,

ia tidak pernah meminta kepada Allah kecuali dari tempat yang jauh. Tidak membutuhkan nasihat-nasihat dan selalu mengikuti langkah-langkah syetan yang selalu merayu dan menggodanya.

Maka bergaul dengan orang seperti ini akan mencelakakan kita, berkawan dengannya akan meracuni kita, dan duduk dengannya akan membinasakan kita.

3. Hati Yang Sakit

Yaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, hati orang yang taat terhadap perintah-perintah Allah tetapi kadangkala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang salah satu di antara keduanya saling berusaha untuk mengalahkannya.

Hati jenis ini, mencintai Allah, iman kepadaNya beribadah kepadaNya dengan ikhlas dan tawakkal kepadaNya, itu semua selalu dilakukannya tetapi ia juga mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang sangat berperan dalam hatinya serta berusaha untuk mendapatkannya.

Hasad, sombong (dalam beribadah kepada Allah), ujub, dan terombang-ambing antara dua keinginan yaitu keinginan terhadap kenikmatan kehidupan akhirat serta keinginan untuk mendapatkan gemerlapnya dunia.Maka hati yang pertama hidup, tumbuh, khusyu' dan yang kedua layu kemudian mati. Adapun yang ketiga dalam keadaan tidak menentu, apakah akan hidup ataukah akan mati. Kemudian banyak sekali orang yang hatinya sakit dan sakitnya bahkan semakin parah, tetapi tidak merasa kalau hatinya sakit, bahkan sekalipun telah mati hatinya tetapi tidak tahu kalau hatinya telah mati.